mugi :)

face the world

Inspiration Story part II

September17

Saya  adalah saya. Entah darimana saya harus memulai untuk menceritakan apa yang ada dalam diri saya sehingga dapat menginspirasi orang lain. Karena jujur, saya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan mereka.

Mungkin saya akan memulainya dengan prinsip hidup saya  atau saya biasa menyebutnya dengan ambisi saya. Yaitu, saya harus bisa dikenal oleh orang-orang baru di lingkungan baru. Hal ini bisa saya capai dengan beberapa cara. Diantaranya, saya memang sudah berani tampil di depan umum sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Mulai dari menjadi ketua kelas selama 3 periode, menjadi ketua Pramuka selama 1 periode, membaca puisi hingga menjadi instruktur senam pagi di sekolah saya. Entah darimana saya mewarisi hal tersebut.

Beranjak ke bangku Sekolah Menengah Pertama, saya terpilih menjadi siswa teladan dalam acara Masa Orientasi Siswa. Kemudian saya dipercaya untuk menjadi ketua kelas selama 2 periode. Dan yang paling saya banggakan saat itu adalah saya terpilih menjadi ketua OSIS untuk periode 2005/2006. Itu semua saya peroleh dari ambisi saya, yaitu berani tampil di depan umum, berani berbicara di depan banyak orang dan mampu bertanggung jawab atas apa yang dipercayakan kepada saya.

Tahun 2007 saya mencoba bidang lain untuk mengasah kemampuan saya dalam hal tampil di depan khalayak umum. Yaitu, saya mencoba mengikuti perlombaan pidato Bahasa Inggris se-PURWABEKA yang diadakan di salah satu Sekolah Menengah Atas di Karawang. Dan Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Saya mendapat juara pertama dalam perlombaan tersebut.

Akan tetapi, semuanya tidak harus sesuai dengan keinginan kita. Adakalanya kita belum dapat memperoleh hasil yang maksimal untuk usaha kita. Itu terjadi pada saya saat mengikuti perlombaan Siswa Teladan tingkat Sekolah Menengah Pertama. Mungkin itu bukan rezeki saya, saya tidak masuk ke dalam 10 besar. Saat itu saya merasa kecewa. Tapi, saya sadar bahwa tidak selamanya jalanan itu lurus. Adakalanya melewati tanjakan dan turunan.

Saya mulai bangkit kembali, kembali pada prinsip saya semula. Dan itu bisa saya salurkan ketika mengikuti Masa Orientasi Siswa di Sekolah Menengah Negeri 5 Karawang, yaitu sekolah saya.

posted under Academic | No Comments »

Inspiration story part I

September17

Sekitar Januari  1992, saya mulai mengidolakan sosok wanita yang belum pernah saya lihat rupanya. Barulah pada tanggal 16 September 1992 saya mulai merasakan belaiannya.

Hari demi hari, bulan demi bulan, saya mulai mengenalnya. Suaranya, belaiannya, dan juga tawanya kelak menghiasi hidup saya. Saya mulai memanggilnya, “mama”.

Hebat. Itu kata yang sangat pantas yang dapat saya tujukan untuk mama saya. Tahun ini adalah tepat 4 tahun sejak beliau merangkap sebagai kepala keluarga. Ya, 4 tahun yang lalu tepatnya bulan April 2006 Allah memberikan cobaan kepada kami sekeluarga. Perusahaan dimana  Ayah saya bekerja mulai memberhentikan karyawannya satu per satu. Ayah saya pun menjadi salah satu diantara mereka yang harus rela meninggalkan pekerjaan  yang hampir 13 tahun digelutinya. Walaupun posisi yang tidak seberapa pentingnya di perusahaan tersebut, namun itu menjadi cambuk bagi keluarga kami. Apalagi bagi mama yang hanya bekerja sebagai PNS dengan gaji yang tak seberapa yang kini harus menanggung 3 orang anaknya.

Tahun pertama masih bisa kami lewati karena masih ada uang pesangon yang didapat oleh ayah saya. Kakak perempuan saya bisa melanjutkan kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia, saya masuk SMA dan adik laki-laki saya duduk di kelas 2 SMP.

Tahun berikutnya kami mulai mengalami kesulitan karena uang pesangon ayah sudah habis. Kini hanya dari gaji mama saja bisa menghidupi keluarga kami. Sungguh hebat beliau, hingga bisa mengatur sedemikian rupa agar kami bisa mencukupi kehidupan kami. Mulai dari uang kuliah, uang sekolah, biaya makan, pembayaran listrik, air dan telepon semuanya dibayar dengan gaji mama yang tak seberapa.

Tetapi adakalanya mama sering mengeluh dengan kondisi tersebut. Usia mama kini tidak muda lagi, beliau sering sakit-sakitan. Kalau sudah begitu kami selalu bilang “ jangan terlalu capek, ma”. Tapi beliau menjawab “kalau ngga begini, siapa lagi yang nyari uang”. Betapa sedihnya hati ini mendengarnya.

Belum lagi masalah ekonomi yang membelit keluarga selesai, muncul masalah baru. Kali ini kami sekeluarga diuji kembali oleh Allah. Jujur, saya tidak bisa menerimanya. Tapi lagi-lagi saya bangga kepada mama saya. Beliau lah yang paling bisa menerimanya diantara keluarga kami. Padahal masalah itu adalah masalah yang paling berat yang dihadapi oleh seorang ibu (maaf saya tidak bisa menceritakan masalahnya secara transparan).

posted under Academic | No Comments »

alhamdulillah :)

August22

matrikulasi lulus !
makasih ya Allah :)

posted under Academic | No Comments »

be you self (:

July29

kalian tidak akan seperti mereka,

jadilah yang terbaik dari diri kalian masing*

BE YOUR SELF (:

posted under Academic | No Comments »